This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Laman

Tuesday, April 28, 2020

TIPS MENULIS

Salam Literasi!

Kali ini, saya ingin berbagi tip-tip singkat, dalam garis besar, dan mendasar dalam menulis. Mereka (tip-tip ini) bisa kalian terapkan dalam tulisan masing-masing.

TEKNIS PENULISAN

Ini meliputi unsur-unsur yang lebih bersifat teknis. Di luar segi intrinsik karya (opening, konflik, dst). Is meliputi kalimat, alinea, dialog tag, elipsis, onomatopoeia, dkk. Kalau naskah diibaratkan rumah, maka ia adalah pondasi sekaligus bangunannya sampai jadi. Nah, di dalam rumah itulah, naskah kita diletakkan.

Analogi ini bisa dipahami, bukan?

1. Biasakan bikin kalimat dan alinea yang mangkus dan sangkil (efektif dan efisien).

Kalimat adalah susunan kata dengan relasi dan struktur tertentu yang dengannya seseorang menyampaikan sesuatu (berkomunikasi). Kalimat yang baik dan benar serta mudah dipahami adalah dasar sekali dalam naskah. Usahakan, setiap kalimat punya struktur gramatika yang betul, SPOK. Ada subjek, predikat, objek, dan keterangan. Atau, minimal SPO. Bisa juga hanya SP.

Semakin pendek kalimat, semakin bagus. 

Perkara mendasar ini paling sering diremehkan. Padahal, jika diindahkan, maka kekuatan naskah akan melejit 2-3 kelas. Sebab kita bercerita melalui medium bernama bahasa. Kalau bahasa masih digunakan asal-asalan, maka potensi cerita kita akan meredup.

Jangan lantas kalimat-kalimat dalam naskah kaku dan monoton sebab menuruti kaidah gramatika, ya. Harus lentur, punya estetika, dan mengandung sihir. Sihir inilah yang membantu kita memukau pembaca. Ia tersembunyi justru dalam susunan kata itu sendiri.

Tidak usah terlalu pusing dengan sebutan ini. Nanti kalian akan mengerti. Intinya, cerita yang bagus ialah naskah dengan kadar sihir yang sesuai. Ibarat masakan, naskah itu proportional, ikuti resep, dan lezat dinikmati.

Alinea efektif dan efisien

Alinea adalah susunan kalimat dalam satu rangkaian. Harus diingat, dalam satu paragraf, HANYA ADA satu ide, satu kalimat utama, dan beberapa kalimat penjelas. Semuanya harus sebangun, saling menopang, dan klop. Bukan yang satu bahas ini, lainnya itu, yang lain lagi embuh. Saat dibaca, orang jadi pusing atau tidak mengerti.

Alinea bisa terdiri dari 3-10 kalimat ATAU hanya satu kalimat. Bahkan, bisa saja cuma 1-3 kata ATAU malah satu kata. Tergantung kebutuhan. Ini akan dipahami kalau sudah lumayan mengerti soal tone (ritme bercerita). Kapan harus selipkan alinea-alinea panjang, kapan pendek, dan kapan amat singkat.

2. Pemisahan setiap alinea dan dialog.

Jangan biasakan menulis terlalu rapat sebab akan melelahkan mata. Beri jarak antaralinea dan antara dialog. Hal sederhana ini amat membantu pembaca menikmati cerita kita. Jangan diabaikan!

Bedakan pula dialog tokoh A dan tokoh lain dengan memberi jarak antaralinea.

"Di luar sana, banyak orang terkecoh dengan kata Galaktika. Mereka beranggapan benda ini amat canggih, berteknologi mutakhir, dan amat mahal. Asumsi-asumsi itu muncul sebab para pelindung Galaktika memang sengaja mengaburkannya. Terlalu bodoh menyimpan Galaktika di suatu tempat dengan sistem pengamanan luar biasa, kalau dengan memanfaatkan ilmu dan strategi tertentu kita dapat lebih memastikan keamanannya," ujarku. >>> Perhatikan! Dalam dialog ini, saya sekaligus ajarkan soal menyusun dialog yang bagus, alinea yang efektif, dialog tag, minimalisasi saltik, optimalisasi tanda baca, dan kemudahan pemahaman maksud saya. Cermati betul-betul!

"Oh, ya?" sahutnya seraya mengernyitkan sebelah alis. Begitulah dia setiap kali tak memercayai sesuatu. Aku sampai hafal wataknya. "Menurutmu, hai Tuan yang Sok Tahu dan Bijaksana, di manakah Galaktika disimpan? Sementara, orang-orang di delapan distrik Mars sibuk berperang memperebutkannya. Satu sama lain saling tuduh."

Aku terkekeh. Senang rasanya bikin dia kesal begitu. Usai memastikan keadaan sekitar aman, kucondongkan tubuh ke badannya, lalu senarai kalimat kubisikkan ke telinga. "Di Bumi."

Dia menarik badannya seketika. Mukanya menyiratkan keterkejutan yang amat sangat. Mungkin, dia lagi berpikir, kedustaan apa yang tengah kukoarkan. Jelas tampak dari ekspresinya.

"Kau kira aku segoblok itu kaukelabui, Tuan Sok Tahu? Naif betul! Kalau Galaktika disimpan di Bumi, bagaimana bisa planet ini hancur dan sebagian penduduknya, yang dulu amat berkuasa di bumi dan mengendalikan segalanya, hijrah ke Mars?" dampratnya berapi-api.

"Kau ini sebenarnya pintar, tapi memang naif! Ego telah memberangus kepintaranmu! Sudah kukatakan, Galaktika disimpan di Bumi! Dan ... ups! Sebentar!" ujarku seraya memencet bibirnya yang siap memuntahkan kalimat lagi, "kalau kau kuceramahi soal lipatan waktu dan portal-portal antardimensi, apakah kau pasti mau percaya?"

Perhatikan! Saya beri jarak antardialog para tokoh. Tidak menempel jadi satu. Pembaca paham siapa lagi bicara apa.

3. Buang semua hal yang tidak penting.

Hendaknya bisa membuang semua hal yang tidak penting, seperti basa-basi, obrolan macam salam, cipika cipiki, nanyain kabar. Ini cerpen. Fokus dan to the pointlah!

4  Jangan bertele-tele!

5. Jangan ulangi informasi, apalagi info dumbs dalam naskah. Membosankan.

6. Tak perlu tuturkan semua plot/scene/adegan terlalu detail (kecuali memang dibutuhkan). Sampai seruntut script sinetron. Sekali lagi, ini cerpen!

Itu dulu pokok-pokok penting teknis penulisan. Nanti bisa ditambahi.

TEKNIS INTRINSIK NASKAH

Ini meliputi ide, tema, judul, opening, penokohan, konflik, ending, dan kawan-kawannya.

Di sinilah, mantra-mantra sihir diletakkan. Kalau tadi teknis kebahasaan adalah medium sihirnya (alat atau sarana melakukan sihir), maka segi intrinsik naskah adalah rapalan-rapalan yang kita berdayakan untuk membuat pembaca merasa sedih, geregetan, ketawa, nangis, dll.

Pendek kata, asalkan poin-poin di atas mau ditaati, naskah kita sudah melejit beberapa tingkat, kok. Percayalah! Saya tidak sedang membohongi kalian.😁


NAMBAH:
Ini sepele, tapi masih sering terjadi. Perhatikan teknis penulisan yang benar sesuai kaidah!

- siapa pun, apa pun, saya pun, kami pun, Dominic pun >> dipisah
- biarpun, kendatipun, bagaimanapun, walaupun, meskipun, dll >> dirangkai. Perhatikan BEDA kedua pola partikel pun ini!
- di distrik, di dada, di Bumi, di Mars, di pesawat >> setiap keterangan tempat, PISAHKAN di dengan lokasinya.
- dipukul, diperhatikan, dicatat, dicermati, dihafalkan, dititeni >> kata kerja pasif, RANGKAILAH di dengan kata yang mengikuti. JANGAN dipisah!
- kata ganti kekerabatan dlm pov 1 HARUS BESAR. Misalnya, Ibu, Ayah, Tante, Paman.
Namun, kata ganti selainnya, kecil. Contoh, kamu, kami, aku, dia
- jangan asal tebar elipsis

Cermati kaidah berikut!

Selagi aku tercengang melihat sebuah meteor merobek langit petang, dengan sinarnya yang menyilaukan mata dan bunyi memekakkan telinga, tiba-tiba terdengar suara dentuman amat dahsyat. Lalu .... <<< (4 titik krn kalimat selesai)

Aku terpental ke angkasa!

***

"Aku lari dari sana. Mau gimana lagi? Keadaan mendesak. Dan ... hei, kamu dengerin ceritaku tidak, sih?" <<< 3 titik, krn ini jeda selagi seorg tokoh bicara.

Itu dulu.

Semoga bermanfaat 😊

Jombang, 27 April 2020

Monday, April 27, 2020

Hakikat Ramadan


Alhamdulillah, masih diberi kesempatan untuk bertemu juga dengan bulan yang suci ini. Sudah berapa kali kamu berjumpa dengan bulan Ramadan? Dari tahun pertama ketemu sampai sekarang bertemu kembali dengan Ramadan, pribadimu semakin baik, biasa saja, atau malah semakin buruk? Ada banyak sekali hakikat di bulan ramadan, karena memang ramadan adalah bulan yang istimewa, banyak yang memaknainya seperti itu, entah hanya berupa lisan dan hati yang sama, lisan aja yang berucap, atau hati saja yang membatin. Saya akan berikan jabaran apa itu hakikat Ramadan yang sesungguhnya.

1. Bulan Ramadan adalah bulan untuk bercermin diri.

Seberapa bersemangat dan seberapa mampu kamu memanfaatkan Ramadan pada setiap menit dan detiknya, merupakan indikasi ketaqwaan kita kepada Allah. Dari sini kamu bisa menilai dirimu, apakah kamu termasuk hamba Allah yang dzalimun linafsihi (masih suka menganiaya diri sendiri), atau yang muqtashid (yang pas-pasan saja), ataukah yang sabiqun bil khairat (yang bergegas dalam melaksanakan berbagai kebaikan).

Di samping itu, Ramadan juga merupakan sarana yang sangat tepat bagi kamu untuk bercermin diri. Sebuah hadits muttafaq ‘alaih menyatakan bahwa selama bulan ramadan syetan-syetan dibelenggu. Nah, jika syetan-syetan telah dibelenggu tetapi kita masih saja melakukan dosa dan kemaksiatan maka seperti itulah diri kamu yang sebenarnya. Mari bertaubat sebelum terlambat, mending terlambat di dunia daripada terlambat di akhirat.

2. Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh rahmat.

Rasulullah bersabda, “Telah datang kepadamu bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan atas kamu berpuasa di bulan ini. Barangsiapa tidak mendapat bagian kebaikannya, maka sungguh berarti ia telah dijauhkan dari rahmat Allah.”

Pada bulan Ramadan, Allah mencurahkan segenap rahmat-Nya melebihi pada bulan-bulan lainnya. Pada bulan ini, Allah melipatgandakan pahala amal kebaikan, memberikan semangat ketaatan kepada hamba-hamba-Nya, dan bahkan memberikan bonus satu malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu Lailatul Qadr, karena itu, rugilah kamu jika selama bulan ini kamu tidak memanfaatkan limpahan rahmat Allah yang sedemikian besar.

3. Bulan Ramadan adalah bulan untuk bertaubat.

Rasulullah bersabda, “Barangsiapa berpuasa Ramadan atas dasar iman dan berharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” Beliau juga bersabda, “Barangsiapa berdiri (menegakkan shalat malam, shalat tarawih) pada bulan Ramadan atas dasar iman dan berharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yeng telah lalu akan diampuni.” Beliau bahkan berkata, “Barangsiapa berpuasa lalu tidak berkata-kata buruk dan tidak mengumpat maka ia akan keluar dari dosa-dosanya seperti keadaannya pada hari ia dilahirkan oleh ibunya.” Jadi, apa lagi yang kita tunggu. Mari kita banyak-banyak beribadah dan memohon ampunan kepada Allah, agar Ramadan ini dapat menjadi penghapus dosa-dosa kita. Nah lho, untuk para kaum ghibah, stop untuk berghibah ria dulu ya.

Baiknya Allah 'kan, hidayah itu dicari bukan hanya berdiam diri, manusia tempatnya salah, tetapi Allah mempunyai banyak jalan untuk memaafkan hambah-Nya yang bener-bener mau bertaubat mengakui kesalahnnya dan tidak akan mengulanginya lagi.

4. Bulan Ramadan adalah bulan untuk berpuasa.

Puasa yang sejati tidaklah cukup hanya dengan meninggalkan makan, minum dan hubungan suami isteri pada siang hari. Lebih dari itu, puasa yang sejati adalah puasa yang bersifat total, yakni mempuasakan seluruh anggota tubuh kita, akal pikiran, hati, mata, telinga, lidah, tangan, kaki, dan anggota-anggota tubuh kita yang lainnya. Semuanya harus kita puasakan dari berbagai bentuk dosa dan kemaksiatan. Rasulullah bersabda, “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan yang keji, maka sekali-kali Allah tidak butuh dengan puasanya yang hanya meninggalkan makan dan minum saja.”

Intinya seperti inilah, tidak ada gunanya kamu menahan lapar dari subuh ke petang kalau kamu tidak melakukan amalan apapun untuk memperkuat nilai ibadah puasamu.

5. Bulan Ramadan adalah bulan Al-Qur'an.

Bulan Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an. Pada setiap bulan ini, Rasulullah selalu melakukan tadarrus Al-Qur’an bersama malaikat Jibril. Beliau ingin memberikan teladan kepada kita semua agar kita berinteraksi seakrab mungkin dengan Al-Qur’an selama bulan Ramadan. Interaksi ini meliputi banyak hal: membacanya, memahami maknanya, mengamalkannya, dan mendakwahkannya. Akan lebih baik lagi jika kita juga berusaha untuk menghafalnya sesuai dengan kemampuan yang kita miliki.

Beruntunglah kamu yang hobbinya membaca, tetapi jangan hanya hobby baca cerita yang bisa membuat pipimu merona ya, baca juga kitabmu, karena itu bisa menjadi syafaat untukmu kelak di akhirat. In sya Allah.

6. Bulan Ramadan adalah bulan infaq dan sedekah.

Ramadan bukan hanya kesempatan untuk beribadah secara vertikal saja. Ia juga kesempatan emas untuk beribadah secara horisontal, melakukan berbagai kebaikan kepada sesama. Di bulan ini kamu sangat dianjurkan untuk banyak berinfak dan bersedekah. Kamu telah merasakan bagaimana rasanya kelaparan dan kehausan. Sudah semestinya kamu kemudian mampu berempati kepada mereka yang selama ini biasa kelaparan dan kehausan, dengan cara berinfaq dan bersedekah kepada mereka. Demikianlah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah. Sebuah riwayat menyatakan bahwa kedermawanan beliau di bulan Ramadan sampai menyerupai angin yang bertiup.

Jika belum mampu sedekah untuk orang luar, bersedekahlah dulu untuk kerabatmu, jika bersedekah harta tidak mampu kamu lakukan, sedekahkanlah ilmu yang kamu punya untuk orang lain, jika ilmu pun kamu tidak punya, sedekah senyuman saja kepada semua orang, in syaa Allah senyum juga dihitung sebuah sedekah.

Tibalah di penghujung cerita, sampai sini paham 'kan, apa dan bagaimana hakikat bulan Ramadan yang penuh berkah ini. Inilah kesempatan kamu di tengah pandemi yang mengharuskan duduk diam di rumah, kamu bisa bertadarus bersama, tidak masalah masjid meniadakan salat jama'ah kamu bisa melakukan jama'ah bersama keluargamu.

Kalau ada kesalahan dalam ulasan di atas itu datangnya dari saya, kalau ada kebenaran dari ulasan di atas mari kita pelajari bersama.

Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang melaksanakannya, yang sedang tuing-tuing merah jangan bersedih, karena saya pun sama.

Jombang, 24 April 2020

Friday, April 17, 2020

SOSOK GURU TAK AKAN BISA TERGANTIKAN OLEH TEKNOLOGI

Sudah tiga minggu anak-anak belajar di rumah, mereka sudah merasa jenuh dan lelah dengan pembelajaran daring. Mereka rindu canda tawa di kelas bersama teman-teman mereka. Mereka rindu dengan kegiatan sekolah, mereka rindu dengan senyuman dan keramahan sosok bapak dan ibu guru mereka. Ternyata benar kata Dilan, “Rindu itu berat, kamu tak akan kuat.” Rasa itulah yang sekarang di rasakan para siswa.
Ketika hari senin, di group whatsapp mereka saling berceloteh. “Sekarang waktunya upacara bu,” yang lain menjawab, “upacara di halaman rumah masing-masing!” “pemimpinnya saya bu.” Mereka saling membalas bersahutan. “Jangan lupa belikan kue dan teh gelas di kopsis (koperasi sekolah) bu.” Sambil tersenyum saya membaca celotehan mereka. Ketika pembelajaran daring berlangsung ada siswa yang sangat antusias, segera melaksanakan tugas yang saya perintahkan.Ada yang berteriak, “kapan kita sekolah bu?” “kepala saya pusing jika berjauhan.”
Begitu penting hadirnya seorang guru dan sekolah bagi mereka. Secanggih teknologi apa pun tak akan mampu menggantikan sosok guru di sekolah dan madrasah. Guru pun mulai lelah meladeni pertanyaan para siswa setiap hari, tapi inilah tantangan pendidikan revolusi industri 4.0 yang sesungguhnya. Apa yang di canangkan bapak menteri kita dengan mengatur segala aktifitas lewat teknologi, ternyata benar adanya. Teknologi telah marajai aktifitas manusia di masa covid-19 ini.
Tetapi jiwa manusia tetap menginginkan pertemuan, sosok guru dalam setiap prilaku dan geriknya mampu mengispirasi para siswa. Kini hanya bertemu lewat dunia maya, Kita semua rindu akan perjumpaan. Semoga badai ini segera berlalu, walau sudah ada edaran lagi, belajar di rumah di perpanjang hingga 01 Juni 2020. Bakal lama menahan rasa rindu ini, tetap sabar dan waspada untuk kita semua.

Saturday, April 11, 2020

BELAJAR DI RUMAH SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYEBARAN VIRUS COVID-19

Oleh: Ni’matuz Zahroh, M.Pd
MTsN 5 Jombang
Email: anik.zahroh@gmail.com

PENDAHULUAN

Dunia pendidikan di Indonesia sedang diuji dengan tantangan untuk tetap eksis dan memberikan pelayanan terbaiknya kepada peserta didik di tengah intaian virus Covid- 19 saat ini. Penyebaran virus Covid- 19 yang semakin merajalela di indonesia, menyebabkan pemerintah harus melakukan langkah antisipatif, agar penyebaran virus ini bisa dikendalikan dan tidak semakin banyak yang tertular. Langkah antisipatif yang harus ditempuh diantaranya adalah mengurangi aktivitas penduduk indonesia diluar rumah, termasuk para pelajar.

Dalam rangka menindaklanjuti keputusan Presiden RI Nomor 07 tahun 2020 dan instruksi Gubernur Jawa Timur terkait peningkatan kewaspadaan terhadap virus covid-19, maka Bupati Jombang mengeluarkan instruksi Bupati Jombang Nomor 420 tahun 2020 terkait hal yang sama. Dalam instruksi tersebut, Bupati Jombang meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, bahwa mulai tanggal 17 Maret sampai dengan tanggal 30 Maret 2020 semua peserta didik belajar di rumah melalui metode jaringan online/ pemberian penugasan kecuali bagi siswa yang sedang ujian nasional/ujian Sekolah/Madrasah tetap berlangsung sesuai jadwal.

Kebijakan tersebut tentu saja tidak mudah untuk diimplementasikan. Disamping karena waktunya yang mendadak, tidak ada persiapan dan pembelakalan sebelumnya, juga karena melaksanakan pembelajaran jarak jauh itu juga tidak mudah. Harus ada persiapan fasilitas dan kompetensi guru, serta kemampuan siswa untuk mengaksesnya. Disamping itu, orangtua juga harus memahami bagaimana metode pembelajaran yang dilakukan oleh guru serta bisa menerapkannya dalam mendampingi anak- anak mereka di rumah.

Kebijakan belajar di rumah yang sementara dilakukan dalam waktu dua minggu ini, bisa terjadi kemungkinan akan diperpanjang, menyesuaikan kondisi yang ada. Di sisi lain, para peserta didik juga harus segera mempersiapkan diri menghadapi ujian kenaikan kelas maupun kelulusan bagi siswa kelas akhir. Oleh karena itu, sistem pembelajaran di rumah ini harus dilakukan se efektif mungkin, tidak menyimpang dari kurikulum yang sudah diterapkan. Untuk bisa dilaksanakan secara efektif,  maka kerjasama  dan peran serta stakeholders pendidikan harus dimaksimalkan, meski tidak harus melalui tatap muka dengan guru dan siswa.

METODE BELAJAR DI RUMAH

Terkait dihentikannya proses belajar tatap muka di sekolah demi mencegah penyebaran virus corona selama dua pekan, guru dituntut untuk aktif dan kreatif dalam menjalankan metode mengajar jarak jauh agar peserta didik tidak ketinggalan pelajaran. Hal itu dikarenakan dalam waktu dekat ujian tengah menanti peserta didik kita, baik ujian kenaikan kelas maupun ujian kelulusan untuk siswa kelas akhir.

Belajar di rumah bisa dengan berbagai metode. Guru atau sekolah bisa memilih metode yang sesuai dengan kemampuan guru, kondisi siswa maupun ketersediaaan sarana yang dimiliki oleh guru maupun  siswa di rumah. Metode tersebut antara lain;

Sistem Pembelajaran Daring (SPADA)
Sistem pembelajaran daring (SPADA) adalah implementasi pembelajaran jarak jauh untuk meningkatkan pemerataan akses terhadap pembelajaran yang bermutu. Semula Daring diperuntukkan untuk mahasiswa di perguruan tinggi. Namun seiring dengan kasus Covid-19 yang terus berkembang, maka Daring juga bisa digunakan untuk siswa pada sekolah dalam berbagai jenjang. Pemerintah mendapatkan bantuan gratis pengajaran secara daring ini dari berbagai aplikasi pendidikan. Bantuan pengajaran gratis tersebut didapatkan dari Ruang Guru, Zenius, Google, Microsoft, Quipper, Sekolahmu dan Kelas Pintar.

Namun sistem pembelajaran daring yang diinstruksikan secara mendadak ini tidak semua guru dan siswa bisa mengikutinya. Sistem Daring juga menimbulkan banyak kendala, terutama di kalangan pengajar dan siswa sekolah dasar yang belum terbiasa dengan metode ini. Apalagi belum ada panduan dan arahan khusus untuk melaksanakan metode pembelajaran jarak jauh dengan sistem daring ini.

Pemberian Tugas dan Lembar Kerja
Selain dengan sistem daring diatas, belajar di rumah juga bisa dengan metode penugasan dan mengerjakan lembar kerja. metode ini bisa dilakukan apabila guru atau siswa tidak memiliki kemampuan yang memadai dalam melaksanakan metode daring. atau bisa jadi, guru atau siswa memiliki kemampuan untuk melakukannya, akan tetapi fasilitas tidak mendukung. fasilitas yang dimaksud misalnya jaringan internet, hp yang bisa digunakan untuk daring, atau lainnya.

Metode ini dilakukan dengan  memberikan tugas kepada siswa dalam bentuk perintah secara lisan maupun tulisan kepada siswa. lalu siswa melaksanakan tugas yang diberikan oleh guru dan mengumpulkannya, baik secara langsung maupun melalui surat elektronik (email).

SUKA DUKA SELAMA BELAJAR DI RUMAH

Saat diberlakukan Learning From Home (LFH) dan Work From Home (WFH), saya sangat antusias dan semangat mempersiapkannya. Pasalnya saya bisa menerapkan skill TIK dan beberapa aplikasi pembelajaran online yang saya terima ketika mengikuti pelatihan online gratis. Namun dibalik keantusiasan itu, saya juga gelisah dengan kondisi murid-murid saya. Mereka memiliki kemampuan menengah kebawah (IQ yang rendah) dan kondisi perekonomian orangtua yang rata-rata menengah kebawah. Tentu saja hal itu akan mempengaruhi berjalan tidaknya pembelajaran jarak jauh (PJJ). Dalam mengefektifkan belajar di rumah, tidak hanya membutuhkan peran saya sebagai gurunya saja. Seluruh stakehorders pendidikan harus ikut serta terlibat dalam mengefektifkan instruksi belajar di rumah ini, dan salah satu yang paling berperan adalah orangtua.

Pada minggu pertama belajar di rumah, madrasah belum menyiapkan jadwal pembelajaran jarak jauh (PJJ). Penugasan kepada siswa hanya satu dan sama untuk semua jenjang, kelas VII, VIII, dan IX. Karena sekolah belum mempersiapkan daring yang akan diterapkan untuk para siswa. Tugasnya adalah menulis 2 Cerpen dan 3 Puisi. Tugas harus dikumpulkan di wali kelas masing-masing dalam bentuk photo grid atau kolase dan mereka harus mengumpulkannya melalui WhatsApp. Tugas minggu pertama 95% tuntas, karena hampir semua siswa mempunyai WhatsApp.

Minggu kedua masa belajar di rumah, madrasah membuat jadwal khusus PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh). Guru mata pelajaran menyampaikan tugasnya melalui wali kelas masing-masing. Betapa sibuknya seorang guru yang sekaligus sebagai wali kelas, harus menyiapkan tugas untuk mapel yang diampu sekaligus ribet dengan penyampaian tugas-tugas mapel lain. Ketika saya menyampaikan tugas kepada siswa, pasti ada siswa yang belum paham dengan tugas-tugasnya. Saya sampai pusing dengan banyaknya siswa yang japri satu-satu, padahal sudah dibuatkan WhatsApp Group (WAG) sebagai sarana komunikasi. Ingin mengadakan video conference (VC) untuk bisa menjelaskan secara langsung, namun para siswa tidak mengerti dan memahami aplikasinya. Tugas-tugas yang diberikan tidak bisa 100% tuntas. Dalam satu kelas, selalu saja ada siswa yang tidak mengerjakan tugasnya dengan berbagai alasan dan kendala; tidak punya HP, tidak punya paketan data, sinyal yang lemot, bahkan sampai anak-anak yang gagal mendapatkan Wifi yang mereka beri julukan Pejuang Sinyal dan Wifi.

Kondisi perkembangan virus Covid-19 di Jombang semakin parah. Hal itu membuat pemerintah daerah menetapkan Jombang termasuk zona merah. Dalam masa darurat Covid-19, dinas pendidikan mengeluarkan edaran perpanjangan masa belajar di rumah sampai 22 April 2020. Ketika saya menyampaikan edaran ini kepada pasa siswa, respon mereka sungguh diluar dugaan. Mereka mengeluh sudah capek mengerjakan tugas-tugas secara online. Mereka merasa jenuh berlama-lama di rumah dan tidak bisa kemana-mana. Mereka sudah rindu akan semua hal tentang sekolah; kangen jajan rame-rame di kantin sekolah, kangen bikin mading kelas, kangen mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, dan masih banyak hal lain yang mereka rindukan.

Saat ini, saya merasakan bahwa pembelajaran jarak jauh (belajar daring) kurang efektif diterapkan untuk murid-murid saya. Awalnya mereka sangat senang dan antusias menyambut masa belajar di rumah karena “sekolah libur”, namun belakangan mereka mengeluh karena merasa bahwa belajar di sekolah lebih menyenangkan dari apa yang mereka alami saat ini. Namun begitu, ada beberapa hikmah dan manfaat untuk siswa. Mereka bisa bertanggungjawab akan tugas-tugasnya, bisa bereksplorasi di dunia maya, dan lebih kreatif. Mereka lebih bijak dalam menggunakan gadget, dimana fungsi HP tidak hanya untuk main games dan WA-an saja, tetapi bisa memanfaatkan beberapa aplikasi belajar. Disamping itu, kuota paket data sangat dibutuhkan dan mempengaruhi lancar tidaknya pembelajaran jarak jauh, baik untuk guru dan siswa.

PENUTUP

Instruksi belajar di rumah akan efektif apabila didukung oleh seluruh stakeholders pendidikan, baik guru, orangtua siswa, maupun kepala sekolah. Efektif artinya berjalan sesuai dengan program, relevan dengan kompetensi, serta mengacu pada keberlanjutan kurikulum di sekolah. Untuk tercapai efektivitas tersebut, maka masing- masing pihak harus melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. Semoga bencana virus corona segera berakhir dan proses belajar mengajar di sekolah/madrasah bisa berjalan normal seperti sedia kala.

DAFTAR PUSTAKA

Iskandar Agung, dkk. 2011. Pendidikan Membangun Karakter Bangsa. Jakarta: Bestari Buana Murni.

Instruksi Bupati Jombang Nomor 420 tahun 2020 terkait peningkatan kewaspadaan terhadap virus covid-19.

Keputusan Presiden RI Nomor 07 tahun 2020 dan instruksi Gubernur Jawa Timur terkait peningkatan kewaspadaan terhadap virus covid-19.

Lampiran Tugas-tugas siswa: