This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Laman

Tuesday, March 20, 2018

Mengenal R A J A B

Bulan Rajab adalah bulan istimewa. Dalam kitab I‘anatut Thalibin dijelaskan bahwa “Rajab" merupakan derivasi dari kata “tarjib” yang berarti mengagungkan atau memuliakan. Masyarakat Arab zaman dahulu memuliakan Rajab melebihi bulan lainnya. Rajab biasa juga disebut “Al-Ashabb” (الأصب) yang berarti “yang mengucur” atau menetes”. Dijuluki demikian karena derasnya tetesan kebaikan pada bulan ini.

Bulan Rajab bisa juga dikenal dengan sebutan “Al-Ashamm” (الأصم) atau “yang tuli”, karena tidak terdengar gemerincing senjata pasukan perang pada bulan ini. Julukan lain untuk bulan Rajab adalah “Rajam” (رجم) yang berarti melempar. Dinamakan demikian karena musuh dan setan-setan pada bulan ini dikutuk dan dilempari sehingga mereka tidak jadi menyakiti para wali dan orang-orang saleh.

Allah memasukkan bulan Rajab sebagai salah satu bulan haram alias bulan yang dimuliakan.

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

"Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya ada empat bulan haram. (QS. At-Taubah:36)

Bulan haram adalah empat bulan mulia di luar Ramadlan, yakni Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.  Disebut “bulan haram” (الأشهر الحرم) karena pada bulan-bulan tersebut umat Islam dilarang mengadakan peperangan.

Memang beberapa hadits dla’if, bahkan palsu, yang menjelaskan secara eksplisit tentang gambaran pahala amalan-amalan tertentu pada bulan Rajab. Namun demikian, bukan berarti tidak ada keutamaan menjalankan ibadah, misalnya puasa, dalam bulan Rajab. Justru puasa menjadi istimewa karena dilakukan pada bulan istimewa. Hanya saja, seberapa besar pahala yang akan didapat, Allahu a’lam. Hanya Allah yang tahu. Tugas hamba adalah menghamba kepada Allah dan seyogianya tak terikat dengan pamrih apa saja.

Dalam hadits riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad dikatakan:

صُمْ مِنَ الْحُرُمِ

“Berpuasalah pada bulan-bulan haram.”

Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumid-Din menyatakan bahwa kesunnahan berpuasa menjadi kian bernilai bila dilakukan pada hari-hari utama (al-ayyam al-fadhilah). Hari- hari utama ini dapat ditemukan pada tiap tahun, tiap bulan, dan tiap minggu. Terkait siklus bulanan ini Al-Ghazali menyatakan bahwa Rajab masuk dalam kategori al-asyhur al-fadhilah di samping Dzulhijjah, Muharram dan Sya’ban. Rajab juga terkategori al-asyhur al-hurum  di samping Dzulqa’dah, Dzul Hijjah, dan Muharram.


Monday, March 12, 2018

APA ITU IKHLAS...???

Ikhlas itu...
Ketika Menyembunyikan Amal Soleh,
Sebagaimana Menutup Rapat Keburukan...

Ikhlas itu...
Ketika Meniatkan seluruh Ibadah hanya untuk ALLAH SWT, Sehingga tidak Bangga akan Pujian dan Tidak Peduli pada kecaman...

Ikhlas itu...
Ketika dapat Menolong Sesama,
Namun tidak Mengharap Balasan...

Ikhlas itu...
Ketika mampu Berbagi Rezeki, Meskipun dalam Keadaan Terhimpit...

Ikhlas itu...
Ketika Rela Mengalah dan Merendahkan Ego Pribadi, agar tidak terjadi Pertikaian / Perselingkuhan...

Ikhlas itu...
Ketika Tersenyum Melihat orang lain Bahagia, Walaupun kita sedang Berduka...

Ikhlas itu...
Ketika harus Melepaskan sesuatu Demi Kebaikan bersama, sekalipun kita yang Terluka...

Ikhlas itu...
Ketika Dihujani Kata2 yang Menyakitkan, tapi malah Membanjirinya dengan Doa Kebaikan..

Ikhlas itu...
Ketika mampu Memaafkan, tanpa perlu Mengingatnya lagi dengan Kebencian...

Ikhlas itu...
Ketika Membalas Setetes Kejahatan melalui Selautan Kebajikan...

Ikhlas itu...
Ketika Menerima Kenyataan bahwa Takdir, adalah Kehendak ALLAH, walau terkadang (di awal) tidak seperti yang diinginkan...

Ya...
Ikhlas memang seperti surah Al-Ikhlas...

#  Tidak ada kata 'Ikhlas' pada Ayatnya,
#  Tidak Terlihat,
#  Tidak Tergambarkan,
#  Tidak Terdengar,
#  Tidak Terdefinisi,

Karena Ikhlas hanya akan Terasa di Lubuk Hati Seorang yang sangat Memahaminya...

Semoga ALLAH memberi kita banyak Kemudahan, untuk menguasai salah satu ilmu Tersulit dalam Kehidupan, yaitu Keikhlasan...

🕸🌹🕸🌹🕸🌹🕸🌹🕸