Laman

Friday, November 22, 2013

Kiat Hidup Bahagia

Berikut ini adalah beberapa fasal yang menjelaskan tentang kiat-kiat untuk hidup bahagia. Semoga bisa menjadikan pengingat (i'tibar) buat kita dalam menjalani kehidupan ini.

Semoga bermanfaat...

  1. Selalu berusaha mendapat hidayah dari Alloh, melaksanakan perintahNya, menjauhi kekafiran, kefasikan, dan kemaksiatan, serta menentang rayuan setan dan hawa nafsu
  2. Memperbanyak ilmu yang berguna karena ia dapat melapangkan dada, memperbanyak pahala, meluhurkan nama, dan menghapus dosa. Ilmu yang berguna adalah harta yang paling berharga dan keberkahannya ada pada penerapannya dalam membenarkan Sang Pencipta, meninggalkan larangan, dan menjalankan perintah
  3. Memperbanyak istighfar, bertobat dari kesalahan, selalu mengetuk pintu Sang Maha Mengetahui kegaiban dan memintaNya membukakan hati dan pikiran, sebab Dia Maha Menerima tobat orang  yang bertobat
  4. Selalu berdzikir dalam setiap keadaan, saat tinggal di rumah atau bepergian, saat berdiam diri atau dalam perjalanan. Selalu membasahkan lidah menyapa Sang Pemilik Keagungan dan menyelaraskan hati dengan lidah ketika lafal-lafal dzikir itu diucapkan
  5. Berbuat baik kepada manusia, memberi manfaat kepada orang yang hadir atau alpa, orang-orang yang miskin papa, memenuhi kebutuhan mereka dengan derma, dan membuat mereka senang dan bahagia
  6. Memberanikan hati dalam bencana, meneguhkannya dalam malapetaka, mengukuhkannya dalam prahara, tidak tergoyahkan oleh cobaan, dan tidak tercemaskan oleh musibah
  7. Membersihkan hati dari dendam, menyucikannya dari kerusakan, sedperti kemarahan dan kedengkian kepada para pendengki, tidak membalas dendam, dan bersikap lembut kepada orang lain
  8. Meninggalkan perhatian dan perkataan yang berlebihan, meninggalkan obrolan dan tidur yang berlebihan, selalu mengambil yang pertengahan, menghindarkan sikap berlebih-lebihan dan bermewah-mewahan
  9. Mengisi waktu lowong, terpuaskan dalam masalah dunia dengan kesederhanaan, tidak mengikuti orang yang senang melantur ke sana-ke sini, dan bersikap tegas terhadap orang yang lalim dan kejam
  10. Hidup dalam batas-batas hari ini, melupakan hari kemarin yang telah lewat, tidak diresahkan oleh hari esok, karena hari esok seumpama musafir, hari kemarin laksana mayat, hari ini bagaikan bayi. Hari esok adalah milik orang yang melihatnya
  11. Memandang orang yang kemampuannya dibawah anda dalam hal kesehatan, pengetahuan dan penghasilan, serta memahami bahwa kelebihan Anda adalah anugerah Sang Maha Pemberi dan menyadari bahwa Anda dapat memiliki tujuan yangt tidak mereka miliki
  12. Melupakan kemarahan-kemarahan yang telah lewat dan bahaya-bahaya yang telah berlalu, serta mengabaikan peristiwa di masa lalu. Tidak memikirkan apa yang telah diputuskan oleh waktu, karena hal itu seperti gelas yang sudah pecah
  13. Jika tertimpa bencana, pikirkan hal terburuk yang mungkin terjadi, lalu teguhkan hati Anda untuk menanggungnya dengan tenang, dengan disertai kepasrahan dan ketaatan kepada Alloh, karena Dia telah mencukupi Anda pada masa lalu dan akan mencukupi Anda pada masa mendatang
  14. Tidak menerka-nerka terjadinya malapetaka, tidak teresahkan oleh kekhawatiran, karena Mukmin sejati terjaga dari hal-hal yang menggelisahkannya, dan Anda pun tidak tahu, boleh jadi Anda tidak mnggenapi hari ini
  15. Ketahuilah hidup ini sangat singkat. Jangan mempersingkatnya dengan berbagai hal & pikiran yang menakutkan, kegelisahan yang meresahkan dan kesedihan yang menggunung, karena hidup ini adalah keceriaan dan kesenangan, dan Alloh lah Pemilik kebebasan yang penuh
  16. Jika tertimpa nasib buruk, bandingkan apa yang masih ada dengan apa yang telah hilang, agar Anda sadar bahwa Anda baik-baik saja, bahwa masih banyak kesenangan yang tersisa, dan yang Anda miliki jauh lebih banyak dari apa yang tela hilang
  17. Jangan takut kepada perkataan para pendengki, meskipun sangat keji dan nista, sebab orang yang dihasudi hanyalah orang yang berkuasa. Selain itu, Anda tidak merugi sedikitpun, yang merugi hanyalah orang-orang bodoh yang hasut itu. Cukuplah Alloh yang memberi hukuman kepada mereka, sebab Alloh Maha melihat hamba-hambaNya
  18. Pikirkan hal-hal yang berguna dan hal-hal yang terpuji, sebab apabila pikiran Anda baik, Anda pasti berbahagia. Andalah yang mencetak pikiran-pikiran Anda
  19. Jangan menunda-nunda pekerjaan hari ini hingga esok hari, sehingga pekerjaan Anda menumpuk dan Anda kelelahan karena setiap hari memiliki pekerjaan tersendiri. Karena itu, bersama lahirnya hari baru, jadilah orang yang lebih baik
  20. Mulailah dengan pekerjaan-pekerjaan yang paling penting. Kerjakan dengan baik sampai selesai. Perhatikan kualitasnya bukan kuantitasnya. Dan, mintalah petunjuk Alloh sebelum memulai, sebab pertolonganNya sudah pasti
  21. Pilih pekerjaan yang cocok dengan Anda. Pilih mitra yang bertakwa, karena Dia akan menjadi mitra yang baik untuk Anda, karena teman Anda adalah penaung Anda, dan ketahuilah ada yang mengawasi Anda
  22. Ceritakanlah nikmat-nikmat Alloh yang zahir maupun yang batin, sebab itu akan menghilangkan rupa-rupa kegelisahan yang mendera dan mengembalikan macam-macam kebahagiaan yang luput dari tangan
  23. Pandang istri, anak dan kerabat dengan mata yang melihat hanya pada kebaikan merreka dan mengabaikan kekurangan mereka, sebab tiada orang yang tidak punya cela. Jika Anda meninggalkan tiap orang yang punya cela, pasti Anda takkan punya teman setia
  24. Anda harus banyak berdoa, penuh optimisme dan harapan, tidak putus asa betapapun besarnya bencana, pekatnya kegelapan, dan banyaknya musuh, karena segala sesuatu berada dalam kuasa Pemeli8hara langit dan bumi
  25. Jangan takut kepada manusia dan jin, walaupun merreka memenuhi empat penjuru angin, karena mereka tidak akan mendatangkan bahaya bagi Anda kecuali atas ijin Rabbul Alamin, dan mereka semua di bawah kuasa Alloh Pemilik rencana yang paten
  26. Segala sesuatu terjadi atas qadha’ dan qadar, jadi bersabarlah atas bencana dan malapetaka. Segala sesuatu telah tercatat di Ummul Kitab, dan jika ketetapan Tuhan terjadi, pikiran tertutup dan mata membuta
  27. Sesuatu yang Anda benci boleh jadi merupakan nikmat yang dianugrahkan Tuhan untuk menjauhkan Anda dari bencana dan membawa Anda ke posisi puncak. Jadi, jangan sekali-kali membenci ketetapan dan keputusan Alloh
  28. Hiburlah ahli musibah, sebab di dunia ini terdapt ribuan orang yang kesusahan. Manusia saling membutuhkan saat terjadi malapetaka, dan melupakan saat mendapat karunia, dan semuanya tunduk kepada takdir
  29. Semua orang mengeluhkan zamannya, meratapi masanya dan menyesalkan nasibnya bahkan ada orang yang menghadapi umurnya dengan kegelisahan. Karena itu ketahuilah setiap korma ada bijinya
  30. Ketahuilah kemudahan ada bersama kesulitan, bersama kesabaran ada kemenangan, kekayaan ada setelah kemiskinan, kesehatan ada setelah sakit dan zaman itu adakalanya manis dan adakalanya pahit
  31. Anda harus memiliki kesabaran yang indah, menyerahkan segala masalah pada Yang Maha Agung, ridla dengan yang sedikit, mengamalkan Al Qur’an, dan bersiap-siap menghadapi hari kematian
  32. Ketahuilah kemewahan hidup itu menyibukkan, harta yang berlimpah-limpah itu membelenggu, sambutan dunia itu menggelisahkan dan memberatkan, dan nikmat yang paling baik adalah hati yang lapang
  33. Segelas air tambah roti di atas tikar yang bersih di samping buku yang bagus lebih utama daripada kekuasaan, lebih nyaman daripada istana, karena tiada kekuasaan dan negara yang abadi
  34. Abaikan penyinggung dan pengusik kehormatan Anda, serta pelontar kata-kata yang menyakitkan/meresahkan. Jangan dengarkan dia sampai dia menyingkir sendiri, sebab dia seperti anjing yang mulutnya hanya dapat dibungkam dengan batu.
  35. Menurutku, hanya dalam kesendirian seseorang dapat menguasai agama dan akalnya, dan terhindar dari orang-orang bodoh dan pandir. Jadi,betahlah tinggal di rumah, sebab tiada tempat seindah rumah.
  36. Jangan terkesima oleh sambutan manusia kepada Anda, sebab bersama waktu mereka akan meninggalkan Anda, dan mereka pun datang hanya karena ada kepentingan. Apa yang terjadi di masa lalu cukup sebagai pelajaran bagi Anda.
  37. Kenakan pakaian putih bersih, pakai pewangi yang segar, biasakan berolahraga, jangan banyak minum minuman penambah tenaga yang berbahaya, dan lazimkan membaca wirid-wirid agama.
  38. Ulang-ulanglah doa Dzun Nun, “Banyak-banyaklah mengingat kematian. Anggaplah segala perkara ringan niscaya ia pun akan menjadi ringan . Jangan ridla dengan yang sedikit dalam masalah agama, tapi ridla lah dengan yang sedikit dalam masalah dunia. Maha suci Alloh, Sang Perkasa,dari segala sifat yang mereka lekatkan kepadaNya.

0 comments: