This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Laman

Tuesday, March 20, 2018

Mengenal R A J A B

Bulan Rajab adalah bulan istimewa. Dalam kitab I‘anatut Thalibin dijelaskan bahwa “Rajab" merupakan derivasi dari kata “tarjib” yang berarti mengagungkan atau memuliakan. Masyarakat Arab zaman dahulu memuliakan Rajab melebihi bulan lainnya. Rajab biasa juga disebut “Al-Ashabb” (الأصب) yang berarti “yang mengucur” atau menetes”. Dijuluki demikian karena derasnya tetesan kebaikan pada bulan ini.

Bulan Rajab bisa juga dikenal dengan sebutan “Al-Ashamm” (الأصم) atau “yang tuli”, karena tidak terdengar gemerincing senjata pasukan perang pada bulan ini. Julukan lain untuk bulan Rajab adalah “Rajam” (رجم) yang berarti melempar. Dinamakan demikian karena musuh dan setan-setan pada bulan ini dikutuk dan dilempari sehingga mereka tidak jadi menyakiti para wali dan orang-orang saleh.

Allah memasukkan bulan Rajab sebagai salah satu bulan haram alias bulan yang dimuliakan.

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

"Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya ada empat bulan haram. (QS. At-Taubah:36)

Bulan haram adalah empat bulan mulia di luar Ramadlan, yakni Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.  Disebut “bulan haram” (الأشهر الحرم) karena pada bulan-bulan tersebut umat Islam dilarang mengadakan peperangan.

Memang beberapa hadits dla’if, bahkan palsu, yang menjelaskan secara eksplisit tentang gambaran pahala amalan-amalan tertentu pada bulan Rajab. Namun demikian, bukan berarti tidak ada keutamaan menjalankan ibadah, misalnya puasa, dalam bulan Rajab. Justru puasa menjadi istimewa karena dilakukan pada bulan istimewa. Hanya saja, seberapa besar pahala yang akan didapat, Allahu a’lam. Hanya Allah yang tahu. Tugas hamba adalah menghamba kepada Allah dan seyogianya tak terikat dengan pamrih apa saja.

Dalam hadits riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad dikatakan:

صُمْ مِنَ الْحُرُمِ

“Berpuasalah pada bulan-bulan haram.”

Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumid-Din menyatakan bahwa kesunnahan berpuasa menjadi kian bernilai bila dilakukan pada hari-hari utama (al-ayyam al-fadhilah). Hari- hari utama ini dapat ditemukan pada tiap tahun, tiap bulan, dan tiap minggu. Terkait siklus bulanan ini Al-Ghazali menyatakan bahwa Rajab masuk dalam kategori al-asyhur al-fadhilah di samping Dzulhijjah, Muharram dan Sya’ban. Rajab juga terkategori al-asyhur al-hurum  di samping Dzulqa’dah, Dzul Hijjah, dan Muharram.


Monday, March 12, 2018

APA ITU IKHLAS...???

Ikhlas itu...
Ketika Menyembunyikan Amal Soleh,
Sebagaimana Menutup Rapat Keburukan...

Ikhlas itu...
Ketika Meniatkan seluruh Ibadah hanya untuk ALLAH SWT, Sehingga tidak Bangga akan Pujian dan Tidak Peduli pada kecaman...

Ikhlas itu...
Ketika dapat Menolong Sesama,
Namun tidak Mengharap Balasan...

Ikhlas itu...
Ketika mampu Berbagi Rezeki, Meskipun dalam Keadaan Terhimpit...

Ikhlas itu...
Ketika Rela Mengalah dan Merendahkan Ego Pribadi, agar tidak terjadi Pertikaian / Perselingkuhan...

Ikhlas itu...
Ketika Tersenyum Melihat orang lain Bahagia, Walaupun kita sedang Berduka...

Ikhlas itu...
Ketika harus Melepaskan sesuatu Demi Kebaikan bersama, sekalipun kita yang Terluka...

Ikhlas itu...
Ketika Dihujani Kata2 yang Menyakitkan, tapi malah Membanjirinya dengan Doa Kebaikan..

Ikhlas itu...
Ketika mampu Memaafkan, tanpa perlu Mengingatnya lagi dengan Kebencian...

Ikhlas itu...
Ketika Membalas Setetes Kejahatan melalui Selautan Kebajikan...

Ikhlas itu...
Ketika Menerima Kenyataan bahwa Takdir, adalah Kehendak ALLAH, walau terkadang (di awal) tidak seperti yang diinginkan...

Ya...
Ikhlas memang seperti surah Al-Ikhlas...

#  Tidak ada kata 'Ikhlas' pada Ayatnya,
#  Tidak Terlihat,
#  Tidak Tergambarkan,
#  Tidak Terdengar,
#  Tidak Terdefinisi,

Karena Ikhlas hanya akan Terasa di Lubuk Hati Seorang yang sangat Memahaminya...

Semoga ALLAH memberi kita banyak Kemudahan, untuk menguasai salah satu ilmu Tersulit dalam Kehidupan, yaitu Keikhlasan...

🕸🌹🕸🌹🕸🌹🕸🌹🕸

Monday, February 26, 2018

Tren Hijrah Generasi Milenial

Hijrah menjadi tren di kalangan milenial, apa saja jenisnya ?

Seorang anak hitz zaman now berujar lewat akun Instagram, isinya kurang lebih seperti ini: “Iri deh liat teman-teman yang udah hijrah. Jadi pengen hijrah juga. Tapi, kalau udah hijrah, masih boleh nge-like foto artis ganteng nggak ya? Masih boleh belanja online nggak ya? Masih boleh ngefans sama artis Korea nggak ya?”

Apakah Anda sedang berhijrah saat ini? Akankah pertanyaan di atas juga menjadi kegalauan Anda? Jika iya, bagaimana cara anda menyikapinya? Jika Anda pengguna aktif media sosial, terlebih Instagram, tentu sudah tak asing lagi dengan kata ‘hijrah’. Namun, ‘hijrah’ di sini tidak dimaknai sebagaimana adanya.

KBBI mendefinisikan hijrah sebagai perpindahan Nabi Muhammad bersama sebagian pengikutnya dari Mekkah ke Madinah untuk menyelamatkan diri dsb dari tekanan kaum kafir Quraisy Mekkah. Definisi lain yaitu berpindah atau menyingkir untuk sementara waktu dari suatu tempat ke tempat lain yang lebih baik dengan alasan tertentu (keselamatan, kebaikan, dsb).

Adapun ‘hijrah’ yang saat ini dimaknai oleh para generasi milenial lebih pada perubahan sikap, gaya hidup dan tata cara berpakaian yang sesuai syariat Islam.

Apabila dicermati dengan seksama, interpretasi kata ‘hijrah’ yang baru ini sebenarnya masih memiliki kaitan dengan apa yang didefinisikan oleh KBBI yakni ‘berpindah dari suatu tempat ke tempat lain yang lebih baik’. ‘Hijrah’ dalam perspektif yang baru dimaknai lebih personal, yakni perpindahan dari diri dengan segala masa lalu buruknya ke diri yang baru dan fitrah.

Penggunaan kata ‘hijrah’ semakin marak di tahun 2016-an yang sering disandingkan dengan selebgram-selebgram saleh bersuara merdu. Kata ini seketika menjadi primadona, dipakai di mana-mana. Akun-akun Instagram dengan kata ‘hijrah’ bermunculan, hasthtag-nya pun demikian.

‘Hijrah’ ala generasi milenial tak mengharuskan Anda untuk meninggalkan suatu tempat. Alih-alih pindah, yang harus Anda lakukan adalah mengubah sikap dan prilaku yang sesuai dengan tuntunan Islam.

Generasi milineal yang berhijrah identik dengan perubahan yang signifikan terhadap cara berpakaian, yang dulunya memakai jeans dan pakaian ketat, kini berubah menjadi lebih syar’i, dengan kerudung panjang dan lebar menutupi dada dan baju yang longgar, bahkan bercadar. Laki-laki cenderung memanjangkan jenggot dan memendekkan celananya di atas mata kaki.

Konten-konten yang mereka bagi di media sosial pun cenderung sama, yakni ceramah singkat ustaz-ustaz yang sedang terkenal di media sosial seperti Ustaz Adi Hidayat, Ustaz Khalid Basalamah, Ustaz Hanan Attaqi dan Ustaz Abdus Somad.

Konten lain berupa kata-kata motivasi untuk memperbaiki diri agar jodohnya dipercepat, motivasi untuk menjauhkan diri dari pacaran, termasuk konten-konten yang menyerukan untuk melakukan nikah muda.

Indikasi yang paling mudah dilihat, khususnya bagi para perempuan yang sedang memulai ‘hijrah’nya adalah terhapusnya foto-foto selfie yang menampakkan wajah ayu mereka. Jikalau ingin mengunggah foto selfie, mereka akan menutupi wajah mereka dengan tangan atau meletakkan emoticon sedemikian rupa sehingga wajahnya tidak terekspos dengan sempurna. Hal ini dilakukan karena mereka meyakini pandangan bahwa wajah adalah aurat yang harus ditutupi, bukan diumbar dan menjadi konsumsi warganet.

Dari putus cinta hingga tren

Ada beragam motivasi berhijrah. Umumnya dikarenakan kegagalan dalam percintaan, diputusi atau diselingkuhi oleh sang pacar sehingga merasa terluka dan mendekatkan diri kepada Allah, agar segera digantikan dengan jodoh baru yang lebih baik.

Ada pula yang memandang hijrah sebagai tren, sehingga untuk memperkukuh eksistensinya sebagai generasi kekinian yang islami, mereka juga ikut berhijrah. Namun, ada juga yang memang sungguh-sungguh dari awal ingin memperbaiki diri dikarenakan kesadaran dari dalam diri, bukan dipengaruhi oleh kegagalan percintaan di masa lalu atau ikut tren belaka.

Ketika memutuskan berhijrah, mereka perlahan menarik diri dari pergaulan dan gaya hidup yang tidak bernapaskan Islam. Hal ini dikarenakan esensi hijrah yang memang erat kaitannya dengan nilai-nilai religius. Selain cara berpakaian, mereka pun menghindari penggunaan bahasa Inggris dalam interaksi di media sosial. Istilah seperti goodluck, Get well soon, Thank you dsb dicarikan padanannya ke dalam bahasa Arab karena identitasnya sebagai “bahasa umat Islam”. Idola mereka pun berpindah haluan kepada para hafiz dan tokoh-tokoh Islam.

Bagi mereka yang dahulunya sangat terobsesi dengan pesona artis, seorang k-popers, dan gemar belanja online, sekonyong-konyong akan timbul kegalauan seperti pembuka tulisan ini saat ingin berhijrah. Meskipun sebenarnya sah-sah saja menyukai artis korea dan belanja online, tetapi mereka yang berhijrah merasa bahwa gaya hidup semacam itu tidak matching dengan apa yang sedang mereka jalani, sebab sekali lagi, hijrah dan gaya hidup islami adalah kesatuan yang utuh.

Menyadari atensi generasi milenial yang baru berhijrah, media sosial akhirnya memanfaatkan kesempatan ini dengan menjadikan akun-akun yang beratmosfer hijrah, tidak hanya untuk memberikan tuntunan dan motivasi berhijrah yang benar, tetapi juga sebagai sarana untuk berjualan. Tak jarang, akun-akun hijrah tersebut mengunggah gambar produk seperti gamis syar’i, satu set kerudung dan cadar, kaos, serta buku.

Untuk meningkatkan daya tarik, biasanya produk tersebut dipromosikan (endorse) oleh selebgram yang juga melakukan hijrah yang sama. Mereka akhirnya memiliki ruang untuk menyalurkan hasrat belanja. Semakin kuatlah gaya busana khas para penghijrah yang modis nan syar’i. Begitulah, perkawinan antara agama dan komodifikasi tak bisa dinafikan sebagai alasan mengapa hijrah ala generasi milenial sangat digandrungi.

Akhirnya, hijrah generasi milenial tidak hanya memindahkan gaya hidup yang dulu ke gaya hidup yang sekarang (yang diyakini jauh lebih baik dan islami), tetapi juga bagian dari fenomena sosial untuk memperkuat identitas sebagai generasi hitz zaman now versi syariah.

Selengkapnya, klik Alif.id

Meneruskan tulisan Husnul Athiya...

Tuesday, February 13, 2018

Pembuatan Ecobrick di Lingkungan Madrasah

Pembuatan Ecobrick di Lingkungan Madrasah

Oleh: Ni’matuz Zahroh, M.Pd
Guru di MTs Negeri 5 Jombang


Pengelolaan sampah di negeri ini merupakan permasalahan klasik, sepele namun belum juga teratasi sepenuhnya. Menurut Direktur Jendral Pengelolan Sampah, Limbah, dan B3 (Bahan Bebahaya dan Beracun) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Tuti Hendrawati Mintarsih, menyebut total jumlah sampah Indonesia di 2019 akan mencapai 68 juta ton, dan sampah plastik diperkirakan akan mencapai 9,52 juta ton atau 14 persen dari total sampah yang ada. Berdasarkan data Jenna Jambeck, seorang peneliti sampah dari Universitas Georgia, Indonesia berada di peringkat kedua dunia penghasil sampah plastik yang mencapai sebesar 187,2 juta ton setelah Cina yang mencapai 262,9 juta ton. Belum lagi, penggunaan plastik di Indonesia merupakan sampah yang merupakan sumber utama penumpukan bobot sampah, terlebih plastik diuraikan dalam waktu 1 millenium atau sekitar 1000 tahun. Belum lagi, pemusnahan plastik dengan cara dibakar hanya akan memperburuk kesehatan karena zat Dioksi yang dihasilkannya. Maka, prinsip 3R yaitu Reduce (mengurangi), Reuse (Menggunakan kembali), dan Recycle (Mendaur ulang) selayaknya kita terapkan dalam mengatasi sampah plastik, dengan cara simpel namun efektif, yaitu Ecobrick.

Ecobrick adalah pengolahan sampah plastik menjadi material ramah lingkungan. Hal ini merupakan upaya untuk mengurangi menumpuknya sampah plastik. Material ramah lingkungan tersebut dibuat dengan memasukkan dan memadatkan sampah plastik yang sudah bersih dan kering ke dalam botol plastik bekas serta menggunakan tongkat kecil untuk memadatkan sampah plastik ke botol tersebut.

Ecobrick merupakan metode untuk meminimalisir sampah dengan media botol plastik yang diisi penuh dengan sampah anorganik hingga benar-benar keras dan padat. Tujuan dari ecobrick sendiri adalah untuk mengurangi sampah plastik, serta mendaur ulangnya dengan media botol plastik untuk dijadikan sesuatu yang berguna. Contoh pemanfaatannya adalah untuk pembuatan meja, kursi, tembok, maupun barang kesenian lainnya yang bahkan memiliki nilai jual. Metode ini terbukti mengurangi jumlah sampah plastik di Kanada, negara tempat bernaung pencipta Ecobrik ini, yaitu Russell Maier.



Ecobrick

Plastik terbuat dari zat-zat petrokimia. Zat-zat kimia ini tidak layak kembali ke ekologi di sekitar kita. Zat-zat kimia ini beracun bagi manusia, kita mengetahuinya ketika mencium plastik terbakar. Pada akhirnya, plastik yang berceceran, dibakar, atau dibuang terurai menjadi zat-zat kimia beracun.


Pencemaran Plastik

Lambat laun, zat-zat kimia ini larut ke tanah, air, dan udara yang kemudian diserap oleh tumbuhan dan hewan. Pada akhirnya zat-zat itu akan mencapai kita, menyebabkan cacar lahir, ketidakseimbangan hormon, dan kanker. Tempat pembuangan yang canggih sekalipun bukan solusi. Baik dalam sepuluh, maupun seratus tahun, zat-zat kimia ini akan meresap ke dalam biosfer, berdampak pada lingkungan kita.
Fasilitas daur ulang tradisional juga tidak memecahkan masalah plastik. Daur ulang skala industri tetap belum sempurna, tidak dapat dihindari, plastik akhirnya hancur atau turun mutu. Plastik berkualitas paling tinggi sekalipun pada akhirnya didaur menjadi produk atau bahan yang tidak lagi dapat didaur ulang. Artinya, pada akhirnya semua plastik kembali berakhir di alam.
Plastik perlu dilenyapkan atau justru disimpan di tempat yang tepat. Selamatkan plastik dari takdirnya sebagai racun. Botol-botol awet hingga 300-500 tahun jika terhindar dari sinar matahari. Ketika dikemas rapat, botol-botol ini dapat menjadi brick atau bata luar biasa yang dapat digunakan berulang kali untuk membangun. Inilah yang disebut dengan ecobrick.
Ecobrick dirancang untuk digunakan berulang kali. Maka, saat kita membuat ecobrick, bayangkan penggunaan berikutnya. Saat kita membangun dengan ecobrick, bayangkan juga nasibnya di kemudian hari. Untuk itu, ecobrick memiliki siklus yang berkesinambungan.
Membuat ecobrick adalah pekerjaan yang butuh waktu lama dan usaha keras. Tapi justru disinilah seninya, ini saat-saat penting dan berharga untuk merenung, berkhayal, dan membayangkan. Untuk itu, ecobrick cocok diterapkan di sekolah. Kita dapat membimbing para siswa melakukan visioning melalui perenungan tentang permasalahan lingkungan. Minta para siswa untuk membubuhkan tanggal, tanda tangan, dan melapisi visi/jawaban mereka dengan selotip. Bata-bata ecobrick akan bertahan sangat lama. Bata-bata ini akan menjadi kapsul waktu yang dapat ditemukan oleh anak-anak kita nanti. Ini akan mendorong siswa untuk berpikir panjang tentang tanggung jawab dan warisan mereka.
Membuat ecobrick itu mudah, namun ada langkah-langkah penting yang perlu diperhatikan. Mulailah dengan benar, karena hal ini akan menjadi kebiasaan jangka panjang yang akan dimulai oleh kita, siswa kita, dan madrasah kita. Penting bahwa para siswa dibimbing dengan cermat untuk pembuatan ecobrick pertama mereka. Dalam waktu singkat, sekolah kita akan menghasilkan ratusan ecobrick dan selama beberapa tahun mendatang, mungkin sampai ribuan. Maka, mulailah kebiasaan ini dengan teknik terbaik.


Membuat Ecobrick


Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan pada pembuatan ecobrick di madrasah, yakni:
  1. Isi botol-botol hanya dengan benda-benda yang tidak dapat terurai secara biologis, segala jenis plastik, busa, pembungkus, dan selofan.
  2. Tidak memasukkan kertas, kaca/beling, dan logam tajam.
  3. Gunakan tongkat bambu untuk mengisi botol dengan sebanyak mungkin benda-benda yang tidak dapat diurai secara biologis.
  4. Gunakan lembaran selofan lunak untuk mengisi sudut-sudut dasar botol dan kantung-kantung udara.
  5. Gunakan lembaran selofan berwarna untuk memberi warna bagian bawah brick.
  6. Gunakan merek-merek botol tertentu untuk madrasah Anda. Hal ini akan mempermudah pembuatan ecobrick.
  7. Botol-botol kecil juga dapat digunakan, pilih botol yang paling banyak tersedia di lingkungan madrasah.

Sambil menyusun ecobrick, para siswa akan memiliki saat-saat berharga untuk berefleksi dan berimajinasi. Untuk menghemat penggunaan kertas, maka jawaban/visi dapat ditulis di ecobrick yang mereka buat. Contoh pertanyaan yang dapat diajukan, meliputi:
  1. Dari mana asal semua plastik yang ada?
  2. Siapa yang bertanggung jawab atas plastik bekas dari produk yang kita beli?
  3. Ke mana plastik ini akan pergi apabila tidak masuk ke dalam botol?
  4. Ke mana plastik ini akan pergi setelahnya, 10 tahun dari sekarang? 100 tahun dari sekarang?
  5. Siapa dan apa yang terkena dampak dari plastik ini secara jangka panjang?
  6. Di mana bata ini akan berada dalam 10 tahun? 100 tahun?
  7. Alternatif apa yang kita miliki selain menggunakan plastik?
  8. Di mana peran plastik dalam lingkaran kehidupan?
  9. Mengapa kita membuat ecobrick?
  10. Bagaimana pilihan-pilihan kita mempengaruhi lingkungan kita, serta orang-orang pada hari ini dan esok?

Bata-bata ecobrick dapat menjadi ruang-ruang hijau yang baik, seperti kebun, taman bermain, serta hutan pangan permakultur. Mengajarkan anak untuk bercocok tanam makanan mereka sendiri adalah keterampilan berharga yang dapat diwariskan kepada generasi penerus. Produksi pangan pribadi dan komunitas yang memadai penting untuk melestarikan biosfer bumi bagi generasi masa depan. Dengan demikian, membuat ecobrick dan kompos akan mengalihkan seluruh sampah madrasah kita menjadi  kegiatan yang bermanfaat bagi madrasah maupun siswa.



Membuat Ecobrick di Madrasah


Orang-orang akan bersemangat  saat diberdayakan. Dengan satu visi ruang hijau yang jelas, seluruh jajaran siswa, orang tua, dan guru dapat bersatu-padu. Kontruksi ecobrick digerakkan oleh semangat kerja sama. Proyek-proyek ini akan membutuhkan ratusan bata. Undang dan jadilah inspirasi bagi komunitas dengan visi hijau yang berani.

Modul segi enam adalah hasil ecobrick yang termudah. Dibuat dari dempul silikon sederhana, modul-modul ini tahan lama dan menjadi perabot dalam ruang yang luar biasa praktis. Modul dapat digunakan sendiri-sendiri sebagai tempat duduk atau dirangkai seperti lego untuk menghasilkan meja, tempat tidur, bangku, dan banyak lagi. Modul-modul ini dapat dengan mudah ditumpuk dan disimpan. Satu botol plastik berukuran 600 mililiter dapat diisi dengan 250 gram sampah plastik atau setara 2500 bungkus makanan dalam kemasan plastik. Bayangkan saja, betapa mudahnya kita dapat meminimalisir sampah plastik berserakan di sekitar kita dengan ecobrick ini.


Modul Segi Enam

Dan tentunya, ecobrick sangat efektif digunakan oleh kalian para penggemar kegiatan alam bebas. Sampah plastik seperti mie instan, kopi kemasan sachet, plastik makanan, maupun kantong sampah plastik yang kita hasilkan dapat terbungkus dengan rapi dalam satu botol plastik. Sepele, namun sangat berpengaruh pada lingkungan sekitar kita. Maka, kurangilah pencemaran sampah plastik pada lingkungan kita dengan Ecobrick ini.



Beberapa model karya yang dapat dibentuk dari ecobrick, diantaranya:

Contoh Ecobrick dari sampah botol plastik


 Rangkaian Ecobrick yang disusun menjadi meja dan kursi sederhana


Pemanfaatan Ecobrick sebagai pengganti batu bata

Pemanfaatan Ecobrick sebagai pengganti paving untuk jalan setapak di taman Madrasah


SELAMAT MENCOBA MEMBUAT ECOBRICK...!!!
SEMOGA BERMANFAAT


Sumber:
ecobricks.org

http://www.tintapendidikanindonesia.com
www.google.co.id/gambar

Monday, February 12, 2018

MASIH ADAKAH WANITA YG SEPERTI MUTIAH R.A?

♥ Suatu hari putri Nabi S.A.W. Fatimah Az Zahra ra. bertanya kepada Rasulullah S.A.W., siapakah wanita pertama yang memasuki surga setelahUmmahatul Mukminin  setelah istri-istri Nabi S.A.W.? Rasulullah bersabda: Dialah Mutiah.

♥ Berhari-hari Fatimah Az Zahra RA berkeliling kota Madinah untuk mencari tahu keberadaan siapa Mutiah itu dan dimana wanita yang dikatakan oleh Nabi SAW. itu tinggal. Alhamdulillah dari informasi yang didapatkannya, Fatimah RA mengetahui keberadaan dan tempat tinggal Mutiah di pinggiran kota Madinah.

♥ Atas ijin suaminya Ali bin Abi Thalib RA, maka Fatimah Az Zahra RA dengan mengajak Hasan putranya untuk bersilaturahmi ke rumah Mutiah pada pagi hari. Sesampainya di rumah Mutiah, maka Fatimah RA yang sudah tidak sabar segera mengetuk pintu rumah Mutiah dengan mengucapkan salam.

♥ “Assalaamu’alaikum ya ahlil bait.” Dari dalam rumah terdengar jawaban seorang wanita, “Wa’alaikassalaam … siapakah diluar?” lanjutnya bertanya. Fatimah RA menjawab, “Saya Fatimah RA putri Muhammad S.A.W.” Mutiah menjawab, “Alhamdulillah, hari ini rumahku dikunjungi putri Nabi SAW junjungan alam semesta.”

♥ Segera Mutiah membuka sedikit pintu rumahnya, dan ketika Mutiah melihat Fatimah RA membawa putra laki-lakinya yg masih kecil (dalam riwayat masih berumur 5 tahun). Maka Mutiah kembali menutup pintu rumahnya kembali, terkagetlah Fatimah dan bertanyalah putri Nabi S.A.W kepada Mutiah dari balik pintu.

♥ “Ada apa gerangan wahai Mutiah? Kenapa engkau menutup kembali pintu rumahmu? Apakah engkau tidak mengijinkan aku untuk mengunjungi dan bersilaturahim kepadamu?”

♥ Mutiah dari balik pintu rumahnya menjawab, “Wahai putri Nabi, bukannya aku tidak mau menerimamu di rumahku. Akan tetapi keberadaanmu bersama dengan anak laki-lakimu SAYYIDINA Hasan, yang menurut ajaran Rasulullah SAW tidak membolehkan seorang istri untuk memasukkan laki-laki ke rumahnya ketika suaminya tidak ada di rumah dan tanpa ijin suaminya. Walaupun anakmu SAYYIDINA Hasan masih kecil, tetapi aku belum meminta ijin kepada suamiku dan suamiku saat ini tidak berada dirumah. Kembalilah besok biar aku nanti meminta ijin terlebih dahulu kepada suamiku.”

♥ Tersentaklah Fatimah Az-Zahra RA mendengarkan kata-kata wanita mulia ini, bahwa argumentasi Mutiah memang benar seperti yang diajarkan ayahnya Rasulullah S.A.W. Akhirnya Fatimah RA pulang dengan hati yang bergejolak dan merencanakan akan kembali besok hari.

♥ Pada hari berikutnya ketika Fatimah RA akan berangkat ke rumah Mutiah, SAYYIDINA Husein adik SAYYIDINA Hasan rewel tidak mau ditinggal dan merengek minta ikut ibunya. Hingga akhirnya Fatimah RA mengajak kedua putranya SAYIDINA Hasan dan SAYYIDINA Husein. Dengan berpikir bahwa Mutiah sudah meminta ijin kepada suaminya atas keberadaannya dengan membawa SAYYIDINA Hasan, sehingga kalau dia membawa Husein sekaligus maka hal itu sudah termasuk ijin yang diberikan kepada SAYIDINA Hasan karena SAYYIDINA Husein berusia lebih kecil dan adik dari  SAYYIDINA Hasan.Namun ketika berada didepan rumah Mutiah, maka kejadian pada hari pertama terulang kembali. Mutiah mengatakan bahwa ijin yang diberikan oleh suaminya hanya untuk SAYYIDINA Hasan, akan tetapi untuk Husein Mutiah belum meminta ijin suaminya.

♥ Semakin galau hati Fatimah RA, memikirkan begitu mulianya wanita ini menjunjung tinggi ajaran Rasulullah S.A.W. dan begitu tunduk dan tawaddu’ kepada suaminya.

♥ Pada hari yang ketiga, kembali Fatimah RA bersama kedua anaknya datang ke rumah Mutiah pada sore hari. Namun kembali Fatimah RA mendapati kejadian yang mencengangkan, dia terkagum. Mutiah didapati sedang berdandan sangat rapi dan menggunakan pakaian terbaik yang dipunyai dengan bau yang harum, sehingga Mutiah terlihat sangat mempesona.

♥ Dalam kondisi seperti itu, Mutiah mengatakan kepada Fatimah RA bahwa suaminya sebentar lagi akan pulang kerja dan dia sedang bersiap-siap menyambutnya.

♥ Akhirnya Fatimah RA pulang kembali dengan kekaguman yang tak terperi kepada Mutiah. Dan pada hari yang keempat, Fatimah RA datang kembali ke rumah Mutiah lebih sore dan berharap bahwa suaminya sudah berada di rumah atau sudah pulang dari kerja. Dan Alhamdulillah memang pada saat Fatimah RA datang, suami Mutiah baru saja sampai di rumah pulang dari kerja.

♥ Fatimah RA dan kedua anaknya SAYYIDINA Hasan dan SAYYIDINA Husein dipersilahkan masuk oleh Mutiah dan suaminya ke rumahnya. Fatimah RA melihat sebuah pemandangan yang jauh lebih mengesankan dibanding dengan yang dihadapinya sejak hari pertama. Mutiah sudah menyiapkan baju ganti yang bersih untuk suaminya, sambil menuntun suaminya ke kamar mandi. Mutiah terlihat mulai melepaskan baju suaminya, dan mereka berdua hilang masuk ke bilik kamar mandi. Dan yang dilakukan oleh Mutiah adalah memandikan suaminya. Subhanallah… Tsumma Subhanallah.

♥ Selesai memandikan suaminya, Fatimah RA menyaksikan Mutiah menuntun suaminya menuju ke tempat makan. Dan suaminya sudah disiapkan makanan dan minuman yang dimasaknya seharian. Sebelum memakan makanan yang sudah disiapkan, Mutiah masuk ke dalam rumah dan keluar dengan membawa  cambuk sepanjang 2 meter dan gunting diberikan kepada suaminya dengan mengatakan.

♥ “Wahai suamiku, seharian aku telah membuat. makanan dan minuman yang ada didepanmu. Sekiranya engkau tidak menyukai dan tidak berkenan atas masakan yang aku buat, maka cambuklah diriku.”dengan cambuk ini

♥ Gunting ini aku letakkan disini agar ketika aku mengatakan sesuatu yang menyakitkan hati suamiku,beliau bisa memotong lidahku dengan gunting ini

♥ Tanpa bertanya apa-apa, Fatimah RA sudah memahami apa yang dikatakan oleh ayahnya Rasulullah S.A.W. tentang wanita pertama penghuni surga setelah para istri Nabi yaitu Mutiah.

♥ Fatimah RA pulang menangis haru dan bahagia karena sudah mendapatkan jawaban bagaimana istri yang sholihah. Seperti yang ada pada diri Mutiah, yang mendapatkan kehormatan sebagai wanita yang paling dahulu memasuki surga Allah S.W.T.

اللهم صل وسلم وبارك عليه وعلى آله وصحبه



Di sadur dari buku cerita Nabi

Doa Khotmul Quran


*صَدَقَ اللهُ صَدَقَ اللهُ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ, وَصَدَقَ رَسُوْلُ
 النَّبِيُّ الْكَرِيْمُ, وَنَحْنُ عَلَى ذَلِكَ مِنَ الشَّاهِدِيْنَ وَالشَّاكِرِيْنَ, وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.*
*رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. اللَّهُمَّ انْفَعْنَا وَارْفَعْنَا بِالْقُرْآنِ الْعَظِيْمُ, وَاهْدِنَا وَبَارِكْ لَنَا بِاْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلْ مِنَّا قِرَاءَةَ الْقُرْآنِ وَخَتْمَ الْقُرْآنِ وَدُعَاءَنَا, يَارَبِّ مَوْلاَنَا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ..*
*اللَّهُمَّ اهْدِنَا وَبَارِكْ لَنَا بِاْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. اللَّهُمَّ نَوِّرْ قُلُوْبَنَا بِتِلاَوَةِ الْْقُرْآنِ, وَزَيِّنْ أَخْلاَقَنَا بِجَاهِ الْقُرْآنِ, وَحَسِّنْ أَعْمَالَنَا بِذِكْرِ الْقُرْآنِ, وَبَيِّضْ وُجُوْهَنَا بِبَرَكَةِ الْقُرْآنِ, وَنَوِّرْ أَبْدَانَنَا بِنُوْرِ الْقُرْآنِ, وَنَجِّنَا مِنَ النَّارِ بِكَرَامَةِ الْقُرْآنِ, وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ بِشَفَاعَةِ الْقُرْآنِ.*
*اللَّهُمَّ اجْعَلِ الْقُرْآنَ لَنَا فِي الدُّنْيَا قَرِيْنَا, وَفِي الْقَبْرِ مُؤْنِسًا, وَفِي الْقِيَامَةِ شَافِعًا, وَعَلَى  الصِّرَاطِ نُوْرًا, وَفِي الْجَنَّةِ رَفِيْقًا, وَمِنَ النَّارِ سِتْرًا وَحِجَابًا. اللَّهُمَّ ارْحَمْنَا بِالْقُرْآنِ, وَاجْعَلْهُ لَنَا إِمَامًا وَنُوْرًا وَهُدًى وَرَحْمَةً.*
*اللَّهُمَّ ذَكِّرْنَا مِنْهُ مَا نَسِيْنَا, وَعَلِّمْنَا مِنْهُ مَا جَهِلْنَا, وَارْزُقْنَا تِلاَوَتَهُ آنَآءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ, وَاجْعَلْهُ لَنَا حُجَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اللَّهُمَّ اهْدِنَا بِهِدَايَةِ الْقُرْآنِ, وَنَجِّنَا مِنَ النَّارِ بِحُرْمَةِ الْقُرْآنِ, وَيَسِّرْ لَنَا أُمُوْرَنَا أُمُوْرَ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِِ بِالْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ, وَحَصِّلْ مَقَاصِدِنَا, وَاقْضِ جَمِيْعِ حَاجَاتِنَا بِالْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَاشْفِ جَمِيْعِ اَسْقَامِنَا بِحُرْمَةِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ, وَتَمِّمْ آمَالَنَابِبَرَكَةِ كَلاَمِكَ الْقَدِيْمِ, وَهَوِّنْ عَلَيْنَا سَكَرَاتِ الْمَوْتِ, بِجَاهِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ, يَارَحْمَنُ يَا رَحِيْمُ.*
*اللهُمَّ طَهِّرْ قُلُوْبَنَا, وَقَرِّ عُيُوْنَنَا, وَاسْتُرْ عَوْرَاتِنَا, وَاشْفِ مَرْضَانَا, وَاقْضِ عَنَّا دُيُوْنَنَا, وَبَيِّضْ وُجُوْهَنَا, وَارْفَعْ دَرَجَاتِنَا, وَأَصْلِحْ حَاجَاتِنَا, وَاغْفِرْ آبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا, وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا, وَتَجَاوَزْ عَنْ سَيِّآتِنَا, وَمْحُ ذُنُوْبَنَا, وَأَصْلِحْ دِيْنَنَا وَدُنْيَانَا, وَرَطِّبْ لِسَانَنَا بِذِكْرِكَ, وَقَوِّ أَجْسَادَنَا بِلُطْفِكَ , وَفَرِّحْ أَحْبَابَنَا, وَخَرِّبْ أَحْسَادَنَا, وَشَتِّتْ شُمُوْلَ أَعْدَائِنَا, وَاحْفَظْ أَهْلَنَا وَأَمْوَالَنَا وَإِخْوَانَنَا, وَانْظُرْ أَوْلاَدَنَا وَتَلاَمِيْذَنَا وَدِيَارَنَا, وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا عَلَى دِيْنِ اْلإِسْلاَمِ, وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ, بِحُرْمَةِ هَذَا الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ.*
*اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا أَدَآءً بِالْقَلْبِ, وَحُبَّ الْخَيْرِ وَالسَّعَادَةِ وَالْبَشَارَةِ مِنَ اْلإِيْمَانِ. اللَّهُمَّ أعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ*
*رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلإِيمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الأَبْرَارِ رَبَّنَا وَءَاتِنَا مَا وَعَدتَّنَا عَلَىٰ رُسُلِكَ وَلَا تُخْزِنَا يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۗ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ ٱلْمِيعَادَ  رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ   رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ  رَبَّنَا آتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا  رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا   رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ*  
*رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلِمَشَايِخِنَا وَلِمُعَلِّمِنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلأَصْحَابِ الْحُقُوْقِ الْوَاجِبَةِ عَلَيْنَا وَلِجَمِيْعِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ*
*ونحص حصوصا الى مشايخ تامبأبراس كلهم وجميع معلمي مدرسة المتوسطة الحكومية* 
*رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِي قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ*
*اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ,  بِعَدَدِ مَا فِي جَمِيْعِ الْقُرْآنِ حَرْفًا حَرْفًا, وَبِعَدَدِ كُلِّ حَرْفٍ أَلْفًا أَلْفًا.*

 الفاتحة

AKHLAK NABI YANG AGUNG

Di riwayatkan suatu ketika ada seorang lelaki fakir miskin dari Ahli suffah mendatangi Rasululloh dengan membawa cawan yang di penuhi oleh buah Anggur, dihadiahkan kepada Rasululloh.

Rasululloh pun mengambil cawan itu kemudian memulai memakannya.
Rasululloh memakan Anggur pertama kemudian Beliau tersenyum.
Rasululloh memakan buah anggur kedua Beliau pun tersenyum lagi.

Lelaki Fakir tersebut serasa hampir terbang karena saking gembiranya.

Sedangkan para Sahabat menunggu, sebab sudah merupakan kebiasaan Rasululloh ﷺ akan mengajak para sahabat bergabung bersama Rasululloh dalam setiap hadiah yang diberikan kepada Beliau.

Namun Rasululloh memakan Anggur satu persatu sambil tersenyum, sampai habislah buah anggur yang ada dalam cawan itu.

Para Sahabat memandangnya keheranan.
Kegembiraan yang tak terhingga bagi si lelaki fakir tersebut melihat Rasululloh ﷺ begitu menyukai pemberiannya, dan kemudian ia pun pergi.

Lalu bertanyalah salah seorang Sahabat.
“Wahai Rasululloh, Kenapa engkau tidak mengajak kami bergabung makan bersamamu?”

Rasululloh tersenyum, lalu menjawab:
“Sungguh kalian telah melihat si lelaki fakir sangat kegirangan dengan cawan yang berisi buah anggur itu. Sesungguhnya manakala aku mencicipi buah anggur tersebut, aku rasakan pahit rasanya.
Jadi aku tidak mengajak kalian untuk makan bersama, sebab aku khawatir kalian akan menampakkan rasa pahit di wajah kalian sehingga dapat merusak kegembiraan si lelaki fakir tersebut.”

Masya Alloh, begitu mulianya akhlak Rasululloh, hingga beliau berusaha menahan rasa pahit dari secawan anggur yang si fakir berikan agar dia tetap gembira.

Sungguh, Beliau benar-benar memiliki budi pekerti yang mulia.

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

"Dan sesungguhnya, engkau (Muhammad) benar-benar memiliki akhlak yang agung”
(QS Al Qalam 68:4)

Semoga bermanfaat.